The Story of Bang KemeyonMonday, July 13, 2015 - Permalink - 2 Comments
Heyyy here comes Cameron Dallas's fanfic. If he sees this, I'm dead. This is comedy and just for fun! Enjoy yeaaa, yang mau request idolanya boleh di cbox ya :) suggestion banget: Taylor and Ari. 1D apalagi. YANG KEPO MANA SUARANYAAAHHZ?
Instruksi pembaca: Diberitahukan lagi ini fanfic komedi and just for fun. Don't take it seriously. Bayangin aja 'YOU' itu kamu yaaa... Fanfic ini juga berdasarkan request dari Rara. begin yaa:
Nama aku Cameron, tinggal di desa Geledaghz. Cewek-cewek di desa suka panggil aku dengan panggilan "Bang Kemeyon". Apalagi di desa, aku paling ganteng, hahahaa... suatu hari, ada cewe cantik pindahan dari kampung sebelah. Namanya belum tau, makanya mau kenalan, and pada saat aku kenalan...
CD: Hai
YOU: Hai juga
CD: Baru pindah ya?
YOU: Iya, kok tau?
CD: ...
YOU: Ehehe, canda koq
CD: Namanya syapa, neng?
YOU: Romlah...
CD: Oh, aku Cameron, panggil aja bang kemeyon
YOU: Wah panjang banget, aku singkat yah jadi "Bangke"
CD: Ehh jangan...
YOU: Kenapa?
CD: Mmh... buat eneng apa aja boleh dah :v
YOU: ...
CD: Kenapa?
YOU: Gapapa -_-
Akhirnya kita pun pulang ke rumah masing-masing. Tak disangka ternyata rumah kami berseberangan, jadi bisa liat liatan lewat jendela. Aku liat di jendela, Romlah sedang membersihkan kandang ayam. Wah pas sekali, aku juga sedang membersihkan kandang... sapi. Berarti kita sehati. Kayaknya kalo diliat-liat, Romlah cantik juga...
Keesokan paginya, aku berniat untuk membawakan Romlah bunga. Diam-diam aku memetik bunga dari kandang sapi milik bapak. Aku takut Romlah menolaknya kalau dia tahu bunga ini kupetik dari kandang sapi. Akhirnya aku memberanikan diri. Aku ketuk rumah Romlah. Yang membuka pintu adalah ayahnya. Karena takut, aku pun lari (untung aja ayahnya tidak mengetahui). Ternyata Romlah dari tadi berada di halaman depan. Ia sedang tertawa melihatku.
CD: Ehh neng, gak nyadar si eneng ada di sini...
YOU: Eh iya, mau ngasih bunga dari kandang sapi ya?
Dalem hati aku berkata "mpus..."
YOU: Bagus bunganya
CD: Masa sih?
YOU: Iya, nanti siang dinner yuk di rumahku, ayamku tadi baru mati tiga gara-gara bertelur terus telornya kegedean
CD: Aah... dinner?
YOU: Iya dinner...
CD: Dinner itu apa ya neng?
YOU: *pingsan*
YOU: *pingsan*
Aku pun kaget melihat Romlah tergeletak di depan halamannya. Aku pun reflek dan menggendongnya sampai ke puskesmas. Orang tuanya mengejarku, aku heran. Padahal aku kan pengen nolongin, kok malah dikejar kejar gini?
Bapake YOU: WOY KEMBALIIN ANAK ANA
Ibune YOU: WOYYY ROMLAAAH DICULIIIK!!!!
Karena ibune Romlah teriak begitu, aku pun tambah-tambah dikejar warga. Sampai juga di puskesmas. Aku pun menaruh Romlah di ranjang. Lalu tibalah orang tua Romlah beserta warga sekitar.
Bapake YOU: Wey, ente apain anak ane?!
CD: Maaf pak, anaknya tadi pingsan...
Ibune YOU: Kenapa anak emak bisa pingsaan? Haduuh... baru pindah aja udah begini ya Allah...
CD: Tadi Romlah ngajakin saya dinner, tapi saya gak tau arti dinner...
Bapake YOU: APA!? ROMLAH NGAJAKIN ENTE DINNER?! dinner tuh... apa yak?
Ibune YOU beserta warga yang ikut: Hadeh *pingsan*
Dokter dan susternya juga ikut ikutan pingsan. Karena kaget, bapake YOU pingsan juga. Jadilah CD sendiri di desa. Tiba-tiba, munculah tiga ruh kecil berwujud ayam. Sepertinya itu ruh ayam-ayamnya Romlah yang baru mati.
Ayam 1: Ciumlah dia
CD: Sopo?
Ayam 2: Cinta sejatimu...
Ayam 3: Warga di desa Geledaghz tak akan bangun dari tidurnya kalau Romlah belum bangun
CD: Maksud?
Ayam 1: Romlah hanya bisa bangun jika ia mengalami aksi cinta sejatinya
CD: Kalau begitu... aku akan menciumnya...
Perlahan aku mendekati Romlah. Tetapi saat sudah dua meter dekatnya aku berhenti.
Ayam 2: Kenape lo?
CD: ...
Ayam 2: ...
Ayam 1: ...
Ayam 3: ...
CD: Bau ayam, blek...
Aku tidak kuat mencium bau ini. Baunya seperti telor busuk,
Ayam 3: Yah elu sih belom mandi :v
Ayam 2: Enak aja, 1 tuh yang belom mandi
Ayam 1: Jangan nuduh dong :v
CD: Sudah sudah... kalau begitu, kalian saja yang menciumnya
Ayam 1: Tapi kita bukan siapa siapanya
CD: Bodo ah, hopeless nih ana :v
Ayam 2: Baiklah, ayo kita coba
Ketiga ayam itu pun mengecup jempol kaki Romlah. Romlah pun terbangun. Begitu juga warga desa Geledaghz.
YOU: Bang Kemeyon? Kau menyelamatkanku
Ayam 1: Kok Bang Kemeyon sih?
Romlah pun tersentak kaget melihat di kakinya terdapat 3 ekor ayam. Ia baru tersadar bahwa yang menciumya bukanlah Cameron Dallas melainkan ayam-ayamnya :v THE END.
Gajelas banget ya? BANGET. Okey thanks yang udah baca and by the way, kalo merhatiin narasinya, narasi awalnya ceritanya dibacakan oleh CD, tapi pada akhirnya dibaca oleh narator. Iya, aku salah hehe, soalnya nulisnya beda waktu so yeah. THANK YOU SO MUCH ILY.
Labels: Fanfics, Florrie Steenwelle




Writer
About Us 
Florrie Steenwelle (Anya Azzura Garaitz)
Renata Menezes (Aisyah Salsabiela)
Raisha Kaireen (Fathimah El Hafidzoh)
Arianne Francisca (Annisa Pramudita Puspa Nagari)
